Bebaskan Lahan 1 Hektar, Halaban Masuk Program Proyek Strategis Nasional

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo ketika di Balai Wartawan Luak Limopuluah

50 KOTA,- Masyaraiat di Kecamatan Lareh Sago Halaban, terutama di Nagari Halaban patut berbangga. Kenapa tidak, semasa Pemerintahan Safaruddin sat ini, daerah selatan Limapuluh Kota itu masuk dalam program proyek strategi nasional.

Hal itu dikatakan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo di Balai Wartawan Luak Limopuluah pada Jumat (19/3) sore.

“Senin (22/3) kami akan ke Jakarta untuk membahas persoalan ini. Kami rapat bersama dengan Gubernur, 4 walikota dan bupati di Sumbar dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan,”ucap Bupati Safaruddin.

Rapat dengan Mahfud Md itu, katanya tak lain  untuk membahas kelanjutan pembangunan Monumen Nasional PDRI Koto Tinggi di Kecamatan Gunuang Omeh. “Ini masuk ke program proyek strategis nasional,”ucap Safaruddin.

Terhadap kelanjutan pembangunan Monumen Nasional PDRI Koto Tinggi, ada pengembangan ke daerah lain. Termasuk ke Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban. “Daerah yang dilewati rangkaian sejarah PDRI, jadi prioritas dalam kelanjutan pembangunan monumen nasional. Halaban pun masuk ke program ini, proyek strategis nasional,”kata Safaruddin.

Karena itu, ucap Putra Baruah Gunuang tersebut, perlu dan penting bagi Pemkab Limapuluh Kota kesediaan lahan untuk menyukseskan program proyek strategis nasional tersebut di Halaban. “Butuh lahan 1 hektar untuk ini. Ini akan dibebaskan. Sehingga pembangunannya nanti bisa dilakukan,”jelasnya.

Meski sudah mendapatkan sinyal positif terhadap rencana pembangunan di Halaban dari pemerintah pusat, tetapi Bupati Limapuluh Kota itu belum tau persis apa bentuk pembangunan disana. “Yang pasti, pembangunan berkaitan dengan perjalanan sejarah PDRI,”ucapnya lagi. (RANDI/ADI/HERPA)