Bongkar Toko, Rumah Hingga Kos-kosan, Residivis dan Seorang Pelajar di Sijunjung Ditangkap Polisi, Pelaku Lain DPO

SIJUNJUNG,- Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Sijunjung berhasil membekuk kawanan pencuri di wilayah hukum setempat. Setidaknya, 2 tersangka yang selama ini beraksi dengan membongkar toko swalayan, rumah hingga kos-kosan itu ditangkap polisi. Salah satu diantaranya merupakan remaja yang masih berstatus pelajar.

“Tersangka yang selama ini sudah meresahkan masyarakat, baru dua orang yang berhasil ditangkap. Mereka mencuri dengan pemberatan,” kata Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Abdul Kadir Jailani pada Selasa (16/2) malam.

Kedua tersangka, yakni FR (18) warga Jorong Tanah Bato, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung dan ATF (14) warga Jorong Muaro Gambok, Nagari Muaro Kecamatan Sijunjung. “FR merupakan residivis dan pernah dua kali masuk sel. Pertama di LP Anak Tanjung Pati dan LP Kelas II Muaro Sijunjung dengan kasus yang sama. Tersangka mendapatka program asimilasi dan baru keluar tahanan pada November lalu. Kemudian ATF merupakan pelajar,” terang AKP Abdul Kadir Jailani.

Kronologis penangkapan berawal dari adanya laporan masyarakat ke Polres Sijunjung terkait maraknya aksi pencurian dengan sasaran warung, toko, rumah hingga kos-kosan. Dari sana, petugas Satreskrim Polres Sijunjung langsung melakukan penyelidikan. “Tersangka mengarah ke FR. Kemudian dilakukan pengintaian dan FR berhasil ditangkap,” kata lulusan Akademi Polisi tersebut

FR ditangkap pada Senin (15/2) tengah malam yang saat itu tersangka berada di rumah orang tuanya dibelakang kantor Samsat Muaro Siijunjung. “Dilakukan pengembangan dan FR mengaku mencuri ikut dibantu oleh temannya. Kemudian ATF juga ditangkap. Ada juga nama-nama lain, ini masih dikembangkan dan masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) ,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Padang Pariaman tersebut.

Dari hasil introgasi penyidik, tersangka sudah berkali-kali melakukan pencurian lebih 15 kali. Diantaranya rumah / kos-kosan didekat pesantren Tabek Basuang, Toko Citra Swalayan dekat rumah Dinas Bupati Sijunjung. “Di lokasi ini, percobaan 1 kali, berhasil 1 kali dan 1 kali ketahuan oleh penjaga toko tetapi pelaku berhasil kabur, melarikan diri,” kata Kasatreskrim.

TKP lain, rumah kos-kosan di depan Kantor Perpustakan Daerah Sijunjung, rumah kos-kosan di depan SDLB Muaro Sijunjung, beberapa kedai kelontong kecil yang berada di seputan Muaro Sijunjung, kedai kelontong kecil berada di Kampung Berlian Pasar Sijunjung, kedai kelontong yang berada di Batu Balang Kecamatan Koto VII, rumah kos-kosan yang berada di Tanjung Ampalu.

” Dari hasil perbuatan tersangka, mereka berhasil menggasak handphone, uang tunai, rokok, dan makanan. Selanjutnya team opsnal melakukan pencarian terhadap barang bukti handphone yang telah mereka jual dan mengamankan barang bukti tersebut. Serta melakukan lidik dan melacak keberadaan teman-teman pelaku lainnya. Teman-teman tersebut berasal dari Kota Padang yang kenal pada saat sama-sama berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan,” ungkapnya.

Terhadap tersangka, kata Kasatreskrim, diancam dengan pasal 363 ayat ke 3e dan 4e tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang berhasil disita petugas, yakni 3 unit ponsel seperti Oppo A53, Oppo A3S dan Redmi Not 9. (Tim)