Hadapi Pembelajaran Daring, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gandeng Literasia

50 KOTA,- Berbagai kendala yang dihadapi anak didik serta sekolah setiap melaksanakan pembelajaran secara online ataupun daring, untuk kedepannya hal tersebut tak lagi dirasakan.

Apalagi sejak adanya aplikasi khusus pembelajaran yang kini tengah digandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai solusi hadapi pembelajaran daring tersebut. Yakni Literasia.

Manajer Literasi Area Sumbar, Hartanto menjelaskan Literasia merupakan platform edukasi digital. Yaitu terdiri dari media pembelajaran digital, perpustakaan digital dan manajemen sekolah berbasis digital.

“Literasi untuk mempermudah proses belajar mengajar secara daring. Kemudian sebagai aplikasi dalam mengontrol jalannya proses belajar mengajar untuk sekolah dan orang tua. Kemudian, untuk meningkatkan minat baca anak didik,” kata Hartanto baru-baru ini.

Media pembelajaran pada Literasia, katanya, terdapat banyak cakupan. Seperti E-Learning yaitu pembelajaran secara daring. Anak didik bisa belajar tanpa harus tatap muka dengan guru dengan materi yang didukung kurikulum K-13. Selain itu, katanya media pembelajaran Literasi juga bisa melakukan Tri Out secara online, ada bank soal serta memiliki ruang khusus forum diskusi antara murid, guru serta orang tua.

“Absensi anak didik bisa dipantau oleh orang tua, mata pelajaran juga ada, nilai anak didik dilampirkan secara elektronik termasuk pelanggaran anak didik juga tercatat pada Literasia,” katanya.

Kemudian, ucapnya lagi, pada Perpustakaan Digital sudah didukung ratusan buku sesuai dengan K-13. Perpustakaan Digital pada Literasia, sudah didukung dengan format E-Book, Audio Book dan Video Book sehingga anak didik lebih mudah paham dibandingkan masih memakai pola klasik.

“Ada 500 buku yang terdapat pada Perpustakaan Digital Literasia. Bukunya pun bervariasi. Mulai dari buku pembelajaran, buku pengetahuan, buku referensi dan buku bacaan lainnya. Ini mudah diakses dan dilengkapi dengan audio video,” katanya.

Selain itu, Literasia juga dilengkapi Sistem Manajemen Sekolah. Dikatakannya, Sistem Manajem Sekolah merupakan wadah dengan banyak pilihan yang melekat didalamnya. Seperti adanya E-Votting untuk pemilihan ketua kelas serta ketua Osis. Ada E-Rapor yaitu nilai anak didik yang disajikan secara elektronik, ada berita pendidikan, kalender akademik pendidikan, profil siswa dan dilengkapi dengan website serta admin dari Literasia.

“Sudah banyak daerah bergabung dengan Literasi. Mulai dari Aceh termasuk di Sumbar dan tersebar 25 propinsi yang sudah bekerja sama dengan Literasia. Limapuluh Kota merupakan daerah perdana di Sumbar,” katanya lagi.

Hartanto pun bangga dengan Limapuluh Kota yang sudah mulai dengan perubahan menuju pembelajaran digital secara maksimal. “Guru SD di 13 kecamatan serta seluruh SMP sudah dilakukan sosialisasi penggunaan Literasia sebagai platform digital untuk pembelajar.

Penerapan Literasia sebagai wadah pembelajaran daring, katanya, juga sejalan dengan Permendikbud no 19 tahun 2020, Permendikbud no 8 tahun 2020, Permendikbud no 24 tahun 2020 dan Permendikbud no 6 tahun 2021.

“Kami (Literasia) hadir dengan tujuan utama mencerdaskan anak bangsa dengan meningkatkan minat baca dan mempermudah akses pembelajaran anak didik,” ucapnya lagi. (*)