Khawatir Bakal Jadi Klaster Baru Penyebaran Corona, Pak Gubernur Ada Dinas yang Gelar Iven Besar Di Payakumbuh

PAYAKUMBUH,- Penyebaran virus Corona di Kota Payakumbuh juga mencemaskan. Tiap hari, ada penambahan kasus terpaparnya warga kota terhadap virus mematikan tersebut. Setidaknya, selama Ramadhan ini, ada penambahan belasan  kasus baru warga positif Covid-19 tersebut.

Berdasarkan data yang diterima dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal, sejak 2020 hingga April 2021 ini,  ada 34 kasus positif aktif. 34 kasus tersebut, terbanyak di Kecamatan Payakumbuh Barat dengan 24 kasus.

Adanya tambahan kasus Covid-19 dari hari ke hari di Kota Payakumbuh, Pemko pun terus berupaya agar penyebaran virus Corona agar bisa berkurang. Pada Ramadhan ini contohnya, Pemko tidak lagi mendirikan Pasa Pabukoan sebagai antisipasi penyebaran Corona seperti tahun-tahun sebelumnya.

Belum sampai disana, Walikota Payakumbuh Riza Falepi terbilang sebagai salah satu kepada daerah yang paling gencar untuk memerangi penyebaran Corona. Buktinya , untuk memasuki kawasan kantornya saja, harus melewati pemeriksaan ketat sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Bahkan, sudah Miliaran Rupiah yang dianggaran yang dikucurkan Walikota Riza Falepi untuk mencegah penyebaran Covid-19 yaitu melalui himbauan, sosialisasi dan aksi nyata ke masyarakat dari tim Satuan Tugas Covid. Serta anggaran untuk  pemulihan ekonomi dampak Corona.

Tetapi, upaya keras Riza Falepi  dalam mencegah penyebaran Covid-19, terkesan tidak didukung oleh Pemerintah Propinsi Sumbar. Ironinya, malahan Pemprov Sumbar melalui Dinas Pariwisata Sumbar menggelar iven besar di Kota Payakumbuh.

Yakni Payakumbuh Fashion & Food Festival yang digelar di kawasan wisata Ngalau Indah, Koto Nan Ampek, Kecamatan Payakumbuh Barat sekaligus kecamatan yang terbanyak terpapar Covid-19. Festival yang juga menyuguhkan santapan berbuka gratis tersebut, bakal digelar pada 18 April mendatang.

Payakumbuh Fashion & Food Festival dengan mematuhi protokol kesehatan tersebut, dikhawatirkan bakal menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Payakumbuh. Hal itu dikatakan Yon (50) salah seoarang warga Kota Payakumbuh.

“Daerah tetangga sedang zona merah Covid-19. Lokasi dari Payakumbuh Fashion & Food Festival berada dekat dengan salah satu titik dengan jumlah penyebaran kasus positif terbanyak, yakni di Kecamatan Akabiluru. Karena itu, perlu pertimbangan lagi terhadap pergelaran  iven-iven disaat pandemi ini,” kata Yon pada Jumat (16/4) sore.

Menurutnya, tidak tepat rasanya Pemprov Sumbar melalui Dinas Pariwisata menggelar iven iven dalam mengundang kerumunan warga disaat pandemi Covid-19 ini. “Karena itu, saya minta Pak Gubernur Mahyeldi memperhatian ini atau setidaknya memanggil dinas terkait,”tegas Yon.

Katanya lagi, anggaran dari Payakumbuh Fashion & Food Festival seharusnya bisa alihkan ke kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat banyak, seperti untuk pemulihan ekomoni Covid-19 serta bantuan-bantuan lainnya. (TIM)