Komisi C DPRD Payakumbuh, Datangi 2 SMP

PAYAKUMBUH,- Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh yang membidangi kesejahteraan masyarakat turun lapangan ke SMPN 5 dan SMPN 7 Payakumbuh, Rabu (10/3).

Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPRD Armen Faindal sekaligus Koordinator Komisi C bersama Wakil Ketua Komisi C Mesrawati, Sekretaris Syafrizal, serta anggota Komisi C seperti YB. Dt. Parmato Alam, Mawi Etek Arianto dan Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah.

Di SMPN 7 Payakumbuh, Komisi C disambut Lurah Napar Helmi Putra, Kepala sekolah Amir dan jajarannya. Terlihat di sekolah aktifitas sibuk melaksanakan pengambilan nilai ujian praktik seni budaya.

Dihadapan wakil rakyat, Amir memaparkan sekolahnya masih butuh pembenahan kepada musala, kemudian untuk WC saat ini cuma 4 pintu, harusnya 14 pintu untuk memenuhi kebutuhan sekolah, jumlah siswa 271 dengan 10 rombongan belajar.

“Kami juga butuh pembenahan kepada lapangan basket di sekolah, biar siswa kami bisa berolahraga serasa seperti di Payakumbuh Bugar,” ujarnya.

Para dewan juga mendapat aspirasi dari kisah getirnya guru honorer yang ada di sekolah-sekolah. Mereka masih mendapat gaji minim, meski itu dari dana BOS. Mereka menyampaikan harapan besar kepada DPRD agar mereka bisa diangkat menjadi guru PNS, minimal PPPK.

“Tugas guru honorer sama malahan kadang lebih banyak dari tugas guru PNS kami lihat, untuk itu kami di DPRD akan terus mengawal ini, bagaimana kesejahteraan guru honorer ini menjadi perhatian wali kota,” kata Wakil Ketua Komisi C Mesrawati, kader PAN.

Mawi Etek Arianto menyampaikan ada asprasi dari guru yang disampaikan saat kujungan itu, mereka meminta agar mutasi dan rotasi guru dikaji terlebih dahulu dilakukan karena akan berdampak kepada moril anak dalam belajar karena mereka sudah terbiasa dengan guru tersebut.

“Bahkan guru yang dipindahkan itu ada yang termasuk guru favorit dan wali kelas di sekolah, perlu jadi perhatian Pemerintah Kota,” kata Mawi, politisi Gerindra yang terkenal vokal dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Sementara itu, Armen Faindal berpesan kepada pihak sekolah jangan hanya memperhatikan akademis siswa saja, tapi bakat dan minat siswa harus diperhatikan juga asalkan jangan tinggal yang pokok karena sampingan.

“Perlu di bantu anak-anak yang berkegiatan ekstrakurikuler demi menaikkan nama besar sekolah, sehingga peminatnya banyak,” ujarnya. (randi/adi)