Pasca Tewasnya Pelajar, Nagari Sungai Kamuyang Evaluasi Pemandian Batang Tabik

50 KOTA,- Sehari pasca tewasnya salah seorang pengunjung pemandian Batang Tabik yang berada di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, kedepan pihak nagari akan melakukan evaluasi terhadap objek wisata handalan tersebut.

Hal itu dikatakan Pj Walinagari Sungai Kamuyang Yalbaku Jevino pada Sabtu (29/5) siang kepada tim Infowarga.co.

“Kita evaluasi pemandian Batang Tabik sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi,” katanya.

Pasca kejadian, katanya lagi, kolam yang menjadi lokasi tewasnya pelajar kelas VII SMPN 1 Payakumbuh itu sudah dikeringkan. “Apakah hari ini pemandian masih beroperasi, saya masih menunggu konfirmasi dari pengelola,” ucapnya lagi.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Vino itu, selama ini pemandian Batang Tabik sudah memiliki pengawas dilapangan. Yaitu pengawasan yang selalu siaga terhadap pengunjung yang mandi-mandi.

Tetapi, saat kejadian, pengawas yang ada sudah pada pulang mengingat jam kunjungan ke Batang Tabik sudah habis.

“Kejadian sangat sore, ketika pengawas atau pengelola sudah pulang. Tetapi, kedepannya pengawasan ini kita pertegas lagi,” katanya.

Yakni dengan tidak memperbolehkan lagi ada pengunjung berada di kolam ketika jam kunjungan berakhir. Pengelola pun akan memastiakan tidak ada pengunjung di Batang Tabik sebelum pengelola bubar.

“Ini kita evaluasi. Kalau bisa ada pengawas setiap sudut kolam dengan seragam lengkap dan juga dilengkapi peralatan safety. Sehabis jam kunjungan, tidak ada lagi warga terutama pengunjung di areal pemandian,” katanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, salah seorang bocah belasan tahun berinisial R, meregang nyawa ketika mandi-mandi bersama teman-temannya pada Jumat (28/5) sore.

Korban yang mandi sebelum adzan Magrib berkumandang, sempat menggapai-gapai air kolam untuk minta bantuan. Ketika berhasil dievakuasi, korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Setelah dilakukan upaya pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawa korban tidak tertolong lagi. Isak tangis, suasana haru yang penuh kesedihan menyelimuti keluarga korban yang tinggil di Bunian. (TIM)