Rebut Posisi Bupati dan Pertahankan Kursi Ketua DPRD di Pemilihan 2024, Gerindra 50 Kota Rombak Kepengurusan

50 KOTA,- Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Kepada Daerah 2024 masih lama lagi. Meski dirasakan lama, tetapi DPC Gerindra 50 Kota sudah mulai mengatur strategi untuk perhelatan politik 2024 mendatang tersebut.

Salah satunya yakni dengan merombak kepengurusan inti di tubuh DPC Gerindra 50 Kota itu. “Menuju 2024 mendatang, harus dimulai dari sekarang. Ini yang kami lakukan di DPC Gerindra 50 Kota,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC Gerindra 50 Kota Zenia Casanova pada Rabu (29/9) dinihari.

Dengan kepengurusan baru saat ini, ucapnya, DPC Gerindra 50 Kota kedepan tidak hanya sekedar partai pemenang di Pileg saja. Melainkan harus menang di Pilkada ditahun yang sama.

“Pileg kedepan, Gerindra sebagai partai pemenang di 50 Kota tetap kami pertahankan bahkan perolehan suara harus kami tingkatkan. Begitupun terhadap Pilkada 2024, kursi Bupati 50 Kota harus milik Gerindra,” tegas Zenia.

Pilkada 2020 lalu, katanya, merupakan evaluasi bagi DPC Gerindra 50 Kota untuk menang di 2024. “Kekalahan di Pilkada 2020 merupakan pelajaran berarti bagi kami. Karena itu, Pilkada 2024 mendatang kita tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, sudah dievaluasi sehingga Gerindra bisa menang di Pilkada. Tahun 2024 mendatang, Ketua DPRD adalah Gerindra dan Bupati harus Gerindra. Insha Allah,” ucap Zeni lagi.

Pengurusan yang rombak tersebut, yakni Ketua DPC, Sekretaris dan Bappilu tetap Deni Asra, Irdapel dan Zeni. Sedangkan Bendahara dari Fikri Hidayat kini dipercaya Delfianti. Begitupun terhadap OKK, dari alm Rotman Ucok Silitonga digantikan oleh Firmadona.

Sementara, Ketua DPC Gerindra 50 Kota Deni Asra mengatakan, perombakan kepengurusan juga terjadi di beberapa posisi. Diantaranya wakil ketua, wakil sekretaris dan wakil bendahara.

Selain itu, kata Deni, untuk menyongsong Pileg dan Pilkada 2024, DPC Gerindra 50 Kota akan mengaktifkan semua sayap partai yang ada . Seperti Tunas Indonesia Raya (Tidar), Perempuan Indoesia Raya(Pira), Ambulans Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) serta Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) dan lainnya. (RANDI/ ADI)