Begini Kronologis Penangkapan Buronan Korupsi oleh Jaksa di Kapur IX

PAYAKUMBUH,- Salah seorang buronan Kejaksaan Negeri Payakumbuh Akhyar (57) akhirnya ditangkap. Tersangka yang buron sejak 2009 itu, ditangkap jaksa di rumahnya Nagari Lubuak Alai, Kecamatan Kapur IX pada Selasa (11/5) sekitar pukul 17.00 Wib.

“Saat itu sedang memandikan cucu,” kata tersangka Akhyar dihadapan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Sekitar pukul 21.30 Wib, tim pemburu buronan yang dipimpin Kepala Seksi Intelijen dan Kepala Seksi Pidana Khusus itu sampai di Koto Nan Ampek membawa tersangka dengan tangan terborgol.

“Selama ini saya di Riau, tinggal di perumahan Mutiara sebelum Panam, Kampar,” kata Akhyar lagi.

Selama jadi buronan, Akhyar tidak bekerja, menghabiskan waktu dirumah. Pada 5 Mei lalu, tersangka pulang kampung ke Kapur IX dan keberadaannya terendus pihak Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

” Alhamdulillah, buronan kita sudah ditangkap,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Payakumbuh Suwarsono didampingi Kepala Seksi Intelijen Robby Prasetya dan Kepala Seksi Pidana Khusus Satria Lerino.

Dikatakannya, Akhyar masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2009 lalu terlibat kasus dugaan korupsi perluasan lahan gambir di Kabupaten Limapuluh Kota. Saat itu, Akhyar berperan sebagai ketua Kelompok Tani Tuah Sakato.

Meski sudah silih berganti pimpinan pada Kejaksaan Negeri Payakumbuh, tetapi penyidik koprs Adiyaksa tersebut tidak lengah dan terus memantau keberadaan buronan itu. (TIM)