Berkat JKN-KIS, Biaya Operasi Kaki Ega Tertolong

PAYAKUMBUH,- Ega Pratiwi, merasa bersyukur memiliki dan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Karena, gadis 22 tahun itu sangat tertolong saat dirinya mengalami sakit beberapa waktu lalu.

“Saya adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari pemerintah. Ini sangat membantu sekali, terutama untuk biaya pengobatan,” kata Ega pada Senin (31/5) di Payakumbuh.

Diceritakan gadis yang beralamat di Kelurahan Parang Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh itu, dirinya pernah mengalami sakit yang cukup parah hingga harus dioperasi. Yakni saat terinjak kaca.

“Dulu dirawat sampai dioperasi. Dengan memiliki JKN-KIS, Alhamdulillah semua biaya pengobatan sudah dibayar pemerintah,” kata Ega.

Karyawati swasta itu mengatakan, apabila dirinya tidak ikut sebagai peserta BPJS Kesehatan, tidak tahu lagi bagaimana harus membayar pengobatan yang terbilang cukup berat tersebut.

“BPJS Kesehatan sering sekali saya gunakan. Tidak hanya untuk operasi saja, melainkan seperti demam dan lainnya,” ucap Ega.

Apabila ada gejala yang tidak enak badan, dirinya langsung ke Puskesmas tempat rujukan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Sama dengan ketika saat operasi dulu, dirinya tidak membayar untuk berobat.

Menurut Ega lagi, selama memanfaatkan BPJS Kesehatan, dirinya selalu dilayani dengan baik. Begitu juga dengan fasilitas yang didapat, juga terbilang bagus.

“Pelayanan baik dan fasilitas bagus. Berobat pun tidak bayar. Begitulah untungnya sebagai peserta BPJS Kesehatan,” katanya lagi.

Menurutnya lagi, setiap berobat asalkan persyaratan lengkap dengan memanfaatkan pelayanan BPJS Kesehatan, pasti diproses petugas. Terutama soal rujukan terhadap fasilitas kesehatan. Yaitu rujukan dari fasilitas kesehatan pertama seperti di Puskesmas ke rumah sakit apabila perlu penanganan medis yang sangat serius.

Manfaat sebagai peserta BPJS Kesehatan, tidak hanya Ega saja yang merasakan. Bahkan, seluruh anggota keluarganya juga sudah terdaftar.

Karena itu, apabila anggota keluarga yang sakit, mereka tidak canggung lagi untuk memikirkan masalah biaya pengobatan. “Semua anggota keluarga sudah terdaftar. Kami sekeluarga berobat gratis,” kata Ega. (RANDI/ ADI)