Masjid Tertua Ratusan Tahun di Nagari Sialang Mulai Reok, Haji Edward : “Mari Bersama Kita Rawat Agar Bukti Sejarah Tak Hilang”

50 KOTA,- Mesjid Godang Lamo yang berada di Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX mulai reok ditelan usia. Mesjid yang terbuat dari papan itu, telah berumur mencapai ratusan tahun.

Pada bagian puncak atap mesjid tersebut runtuh secara tiba-tiba pada Minggu (28/3) pagi.

Tanpa ada angin maupun hujan, kayu penahan bagian atap mesjid patah. Salah seorang warga yang tinggal dekat mesjid tersebut, Iyun (40) melihat langsung robohnya bagian atap tersebut.

“Sempat kaget dan terkejut, secara tiba-tiba kayu penyanggah atap mesjid roboh. Sempat juga mendengar suara gemuruh,” kata Iyun.

Wali Nagari Sialang Zasmurdi Khatib setelah mendapatkan kabar robohnya mesjid, lansung memerintahkan Kepala Jorong Sialang untuk segera meninjau mesjid.

“Memang, bangunan mesjid sudah terlalu tua. Pihak pemerintah nagari pun sudah tidak punya daya upaya lagi guna untuk mendapatkan bantuan untuk melakukan renovasi dari sebagian kayu tiang penyanggah bangunan,” kata Wali Nagari Sialang.

Secara aturan, katanya, dana dari pemerintahan nagari tidak diperbolehkan digunakan untuk renovasi bangunan Mesjid Godang Lamo.

“Upaya kita,meminta pihak cagar budaya agar masjid tertua yang memiliki sejarah bisa dilakukan renovasi. Supaya keaslian bentuk masjid tidak barubah,” ucapnya lagi.

Diceritakannya, dahulu, mesjid tersebut berhasil mencetak orang-orang sukses yang hebat. Seperti mantan Bupati Limapuluh Kota dua periode almarhum  Aziz Haili.

Sementara, tokoh masyarakat Kapur IX Edward Idrus menilai rusaknya mesjid tersebut karena minimnya perhatian pemerintah daerah Lima Puluh Kota.

Salah satu perantau sukses asal nagari sialang kecamatan kapur IX yang sekaligus beliau adalah ketua mmum ikatan keluarga kapur IX Family Serantau  (IKKS) yang ada di perantauan. kota bersama pemrov sumbar. dalam hal ini pun sebagai warga anak nagari yang ada rantau.

“Harus duduk bersama segenap unsur masyarakat Nagari Sialang  untuk menyamakan persepsi untuk bagaimana history sejarah agar tidak hilang ditelan masa,” kata Edward.

Menurut Edward, Mesjid Godang Lamo harus tetap berdiri kokoh, agar cerita maupun  nilai sejarah tetap bisa diwarikan ke anak cucu.

“Supaya generasi mendatang bukan terlahir dari generasi yang lupa dari sejarahnya sendiri,” ucap Edward Idrus. (RANDI/ ADI/ HERPA)

BACA JUGA :