Mengintip Aktifitas Bupati Irfendi Arbi Menjelang Akhir Masa Jabatan

LAPORAN : RANDI SATRIA

50 KOTA,- Dalam hitungan beberapa hari lagi, jabatan Bupati Limapuluh Kota yang disandang oleh Irfendi Arbi, segera berakhir. Seluruh fasilitas “empuk” yang didapat Irfendi Arbi sejak dilantik sebagai Bupati pada 16 Februari 2016 silam, kembali diserahkan ke daerah sebelum dilantiknya bupati yang baru.

DPRD Limapuluh Kota pun, sudah menyurati Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Sumbar untuk pengajuan pemberhentian Irfendi Arbi sebagai Bupati Limapuluh Kota dan Ferizal Ridwan sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota mengingat habisnya masa jabatan periode 2016-2021 sampai 16 Februari 2021 mendatang.

Lantas, apa dan bagaimana aktifitas Irfendi Arbi termasuk suasana menjelang akhir masa jabatan tersebut. . ? , Mari kita simak bersama.

Meski jabatan Bupati Limapuluh Kota yang melekat pada Irfendi Arbi tinggal hitungan hari, tetapi tidak ada hal yang berubah pada sosok Irfendi Arbi. Diakhir-akhir masa jabatan, tidak menyurutkan semangat Irfendi Arbi untuk terus bekerja, untuk terus berpikir dan berbuat demi Limapuluh Kota.

Pria kelahiran 20 April 1964 itu, tetap menjalankan aktifitas seperti biasa. Dari rapat, ke kantor, ke lapangan menemui masyarakat dan membagikan bantuan. Begitulah Irfendi Arbi.

Irfendi Arbi tetap rutin mengadakan rapat dengan kepala-kepala OPD walaupun ada juga yang berani mengutus staffnya untuk rapat bersama bupati. Kemudian, Bupati tetap mendatangi lembaga lintas instansi untuk duduk bersama membahas soal daerah. Sekali-sekali, pria Simalanggang itu juga mendatangi kantor Bupati di Sarilamak menghadiri berbagai agenda kedinasan.

Yang berubah menjelang akhir masa jabatan Irfendi Arbi adalah suasana yang ada dirumah dinas bupati di kawasan Labuah Basilang. Dahulu, jauh-jauh hari ketika jabatan masih hangat-hangatnya, rumah dinas yang ada dipusat Kota Payakumbuh itu selalu ramai, antri dari kunjungan mereka yang memiliki kepentingan dengan Irfendi Arbi.

Ketika embun pagi masih berkabut, halaman rumah dinas Bupati Limapuluh Kota itu sudah ramai oleh kendaraan beroda empat, mobil mengkilat. Kadang-kadang, sudah ada yang menunggu dari pagi dengan berharap bisa bertemu bupati, tetapi ketika matahari mulai condong ke barat barulah bisa bersua dengan sang bupati.

Adanya juga yang sengaja mengintai gerakan Irfendi Arbi ketika pas waktu sholat masuk. Azhar atau Magrib, itu lah momen penting agar bisa bertemu bupati. Karena, mereka sudah paham betul aktifitas Irfendi saat azan berkumandang. Para tamu, stanbay dipandopo sambil melirik ke pintu rumah utama dengan harapan Bupati keluar untuk sholat. Sampai Magrib pun masih rami yang antri, dari masyarakat umum, politisi termasuk pejabat tinggi. Dan Begitulah suasananya dulu.

Tetapi, saat jabatan yang tinggal hitungan hari, halaman rumah dinas bupati yang dulu dipenuhi mobil-mobil tamu, kini malah sepi. Tak hanya kendaraan umum, kendaraan dinas milik OPD pun tidak seberapa yang datang untuk mengunjungi bupati.

Dari pagi hingga petang, yang datang bisa dihitung jari. Terkadang, kursi pandopo yang dulu susah diduduki karena penuh oleh tamu, kini jarang berisi.

Terhitung sejak 16 Januari lalu, pas 1 bulan sisa jabatan bupati disandang Irfendi Arbi. Berdasarkan akun resmi Irfendi Arbi di media sosial Instagram, Bupati pun rutin membagikan aktiftas keseharian termasuk dari 16 Januari.

Seperti menghadiri pernikahan putri pengelola Puncak Lawang Zola Pandu, rapat koordinasi dengan PT Taspen, apel pagi bersama mahasiswa KKN di Limapuluh Kota, menghadiri forum diskusi publik tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah serta kegiatan pisah sambut Kepala Pengadilan Negeri Tanjung Pati pada Rabu (20/1) malam.

Kemudian, Irfendi Arbi juga disibukkan membagikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri dari Covid-19 ke masyarakat. Bupati juga rutin mendatangi masyarakat yang terkena musibah, salah satunya korban kebakaran. Bupati pun rutin mendatangi sekolah-sekolah untuk memastikan proses belajar mengajar masa Pandemik Covid-19.

Dari segi tampilan, Irfendi Arbi tetap tampak sederhana. Rompi khas BPBD, tak terlepas dari Irfendi Arbi. Kemana mana, rompi berwarna kuning kecoklatan selalu melekat. (*)