Mengintip Durian Presiden Joko Widodo Dilahan Seluas 280 Hektar Kawasan Sumatera Barat

50 KOTA,- 9 Oktober 2015 silam, merupakan kunjungan perdana Presiden Joko Widodo ke Sumatera Barat setelah dilantik sebagai kepala negara RI ke 7. Ada banyak titik yang dikunjungi RI 1 tersebut ke Ranah Minang. Salah satunya ke Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Padang Mengatas.

Sekitar pukul 15.00 Wib dihari itu, rombongan Presiden RI sampai di BPTU Padang Mengatas yang berada di selatan Kabupaten Limapuluh Kota. TNI dan Polri termasuk pejabat daerah sibuk untuk menyambut kedatangan orang nomor satu itu.

Dalam kunjungan ke kawasan peternakan sapi terbesar tersebut, selain melihat sapi-sapi yang berkeliaran bebas di lahan 280 hektar, Presiden Joko Widodo sempat melakukan penghijauan dengan menanam satu batang durian di puncak lahan BPTU Padang Mengatas.

Durian yang ditanam Joko Widodo itu, jenis durian unggul Durio Zibathinus atau sering diistilahkan sebagai raja dari segala buah. Durian tersebut ditanam Presiden Joko Widodo di salah satu titik hamparan luas dengan ketinggian hampir 1000 Mdl pada lereng Gunung Sago.

Pada Kamis (29/4) lalu, tim Info Warga mencoba melihat-lihat durian Durio Zibathinus yang ditanam Presiden Joko Widodo tersebut di hamparan BPTU Padang Mengatas. Tim Info Warga yang didampingi Camat Luak Muftil Wahyudi itu sampai ke BPTU Padang Mengatas sekitar pukul 12.00 Wib.

“Inilah durian yang ditanam Pak Presiden Joko Widodo,” kata Camat Muftil Wahyudi. Batang durian Presiden Joko Widodo itu hanya satu, terpisah dengan tumbuhan dan pohon lainnya. Sekeliling batang durian tersebut juga dipagar mati dengan terali besi warna hitam dengan luas 2 kali 2 meter. Pada terali besi itu, juga terpasang tulisan yang terbuat dari besi untuk menerangkan jenis durian yang ditanam Presiden Joko Widodo termasuk waktu ditanamnya durian unggulan tersebut.

Sudah hampir 6 tahun durian ditanam presiden itu, kini sudah tumbuh besar. Dulu tingginya kurang dari 1 meter, kini durian tersebut sudah memiliki tinggi mencapai hampir 4 meter. Meski sudah berumur 6 tahun, tetapi durian tersebut belum juga kunjung berbuah.

Dari lokasi batang durian yang tumbuh tinggi dan berdaun rimbun tersebut, terlihat jelas indahnya pemandangan sepanjang lereng-lereng Gunung Sago , view alam Kabupaten Limapuluh Kota yang dibatasi oleh tebing-tebing perbukitan Bukit Barisan pada kejauahan.

Sejak adanya kunjungan Presiden Joko Widodo ke BPTU Padang Mengatas pada 2015 lalu , sejak itu pula hamparan hijau peternakan sapi tersebut mulai booming. BPTU Padang Mengatas jadi objek wisata baru. Tak terhitung lagi, sudah berapa warga menginjakkan kakinya di lokasi “pinggang” Gunung Sago tersebut. Luasnya hamparan padang rumput dan ramaikan sapi berkeliaran bebas, sehingga BPTU Padang Mengatas itu sempat dijuluki sebagai New Zealand nya Indonesia

BPTU Padang Mengatas semakin populer, pejabat-pejabat negara pun, silih berganti untuk berkunjung ke hamparan padang rumput tersebut untuk melihat dan berphoto selfi terhadap sapi-sapi yang sedang makan rumput hijau. Bahkan, ada istilah dikalangan pejabat tinggi, belum ke berphoto selfi ke BPTU Padang Mengatas, belum (lengkap) ke Sumbar namanya. Sehingga setiap kunjungan pejabat tinggi ke Sumbar terutama ke Limapuluh Kota, wajib berkunjung dan menginjakkan kaki ke BPTU Padang Mengatas, untuk melihat sapi-sapi berkeliaran bebas di padang rumput yang luas.

“Lokasi bawah, ada juga batang matoa yang ditanam oleh Pak SBY,”kata Camat Luak. Matoa tersebut ditanam ketika Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono mendatangi BPTU Padang Mengatas pada 30 Oktober 2013. Ketika dilihat pada Kamis (29/4) siang itu, sekeliling batang matoa jenis Pometia Pinnata yang dipagar dengan terali hitam tersebut sedang tidak berbuah. (RANDI/ ADI/ NOF)