Setahun Safaruddin-Rizki, Penataan IKK dan Pembangunan Jalan Lajur Dua Terus Berproses

50 KOTA,- Tidak terasa, ternyata sudah setahun saja kepemimpinan Safaruddin Datuak Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota. Pasangan yang diusung oleh koalisi Partai Golkar, PPP dan PKS itu, dilantik pada 28 Februari tahun lalu oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah atas nama Menteri Dalam Negeri.

Baru satu tahun pemerintahan berjalan, sudah banyak perubahan daerah Kabupaten Limapuluh Kota ke arah positif. Dengan mengusung Lima Puluh Kota Madani, pasangan Safaruddin-Rizki secara perlahan terus berupaya mewujudkan visi-misi. 

Ada beberapa prioritas utama dari Safaruddin-Rizki, diantaranya pembentukan struktur pondasi Ibukota Kabupaten di Sarilamak, pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM yang religi, pariwisata serta pengembangan sektor pertanian. “Ini impian yang terus kami wujudkan,” ujar pasangan Bupati dan Wakil Bupati Safaruddin-Rizki baru-baru. Safaruddin-Rizki juga merinci capaian selama satu tahun terakhir.

Pengembangan Kawasan Ibukota Kabupaten

Pembenahan serta pengembangan kawasan Ibu Kota Kabupaten (IKK) adalah impian bersama masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembenahan IKK ini juga yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2005-2025, dan secara lebih konkrit diwujudkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam periode Kepala Daerah Safaruddin-Rizki, pembenahan IKK Sarilamak telah ditetapkan sebagai salah satu Agenda Prioritas Pembangunan Daerah dalam Perda No. 3 tahun 2021 tentang RPJMD Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2016-2021.

Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) terus merancang kawasan terhadap ibukota kabupaten di Sarilamak tersebut. “Selama ini, tidak ada tanda-tanda terhadap ibukota kabupaten kita. Ini yang sedang kita  susun,” kata Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.

“Ada peningkatakan infrastruktur di kawasan ibukota kabupaten, ada pusat-pusat keramaian yang terpadu. Sehingga, jelas mana yang ibukota Kabupaten Limapuluh Kota,” ucap Safaruddin.

Dijelaskan Bupati, terhadap perencanaan dari pengembangan IKK ada 3 bentuk yang menjadi prioritas daerah. Yaitu, Pertama percepatan penyelesaian revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kedua, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan dan pembangunan jalan protokol 2 lajur.

Untuk percepatan penyelesaian revisi RTRW, sudah mulai dikondisikan secara terpadu sejak dilantiknya Kepala Daerah, dan bahkan merupakan salah satu target dari program 100 hari. Capaian selama 100 hari itu adalah selesainya dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang merupakan prasyarat bagi kelanjutan proses penyelesaian revisi RTRW.
Memasuki Triwulan IV tahun 2021, dokumen revisi RTRW ini sudah diajukan ke DPRD untuk dibahas melalui mekanisme persidangan DPRD, dimana secara paripurna mekanisme yang ditetapkan adalah pembahasan melalui Pansus. Sampai saat ini rangkaian pembahasan itu masih berlangsung.

Sementara itu, proses untuk melanjutkan verifikasi dan validasi ke Kementerian terkait tetap dilakukan secara simultan dalam rangka mendapatkan Persetujuan Substansi (Persub) dari Pemerintah Pusat. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menunggu penjadwalan pembahasan oleh Kementerian/Lembaga terkait atau dikenal dengan Pembahasan Lintas Sektor.

Harapannya jadwal tersebut segera dikeluarkan oleh Kementerian PUPR, sehingga Persub tersebut segera diterbitkan dan selanjutnya akan diikuti dengan pengesahan revisi RTRW tersebut dengan Perda. Perda RTRW ini segera juga diikuti dengan proses penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) IKK Sarilamak yang tentunya akan menjadi kunci utama bagi terwujudnya IKK yang tertata dengan baik.

Kemudian, terhadap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perkotaan, juga dipercepat. Pada tahun 2020 sudah disusun master plan RTH IKK. Dan dalam RPJMD 2021-2026, target pewujudan RTH ini ditetapkan dengan lebih konkrit, sehingga dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 sudah mulai ditetapkan target-target yang terkait dengan persiapan dan pelaksanaan pembangunan. Pada awal tahun ini, sudah dimulai penyusunan DED (Detail Engineering Design) RTH yang berlokasi pada komplek perkantoran pemerintahan daerah dengan luasan 3,6 Ha.

Dan bahkan pada tahun ini juga akan langsung dilaksanakan pembangunannya. “Terhadap Ibukota Kabupaten, nantinya dilengkapi oleh taman digital, ruang terbuka hijau serta sejumlah spot-spot dalam memanjakan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota. Sehingga, dengan sudah adanya kawasan ibukota kabupaten,  nantinya tertata jelas pusat dari Kabupaten Limapuluh Kota,”ucap Bupati Safaruddin.

Bupati Safaruddin juga fokus pada pembangunan jalan protokol 2 lajur di ibukota kabupaten. Pembangunan jalan protokol 2 lajur menjadi harapan besar untuk bisa diwujudkan dalam periode Safaruddin-Rizki saat ini. Namun ada kendala yang cukup pelik yaitu terkait kewenangan penanganan jalan tersebut, karena kewenangan penanganan jalan sangat tergantung kepada status jalan. Status jalan yang melewati IKK saat ini adalah Jalan Nasional, sehingga Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota tidak bisa langsung menangani pembangunan jalan tersebut.

Walaupun demikian, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota tetap berupaya secara optimal. Pendekatan dengan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumatera Barat secara intensif dilakukan, dengan harapan agar BPJN bisa memprogramkan pembangunan jalan 2 lajur di IKK.

Sekaitan dengan hal tersebut dan untuk mendukung pewujudan target pembangunan tersebut, maka pada tahun 2022 ini Pemkab Lima Puluh Kota akan melaksanakan pemetaan asset jalan dan luasan kebutuhan lahan untuk pelebaran jalan, penyusunan DED pembangunan jalan 2 lajur, dan penyusunan Feasibility Study (FS). Dengan penyiapan semua dokumen tersebut, diharapkan akan mempermudah BPJN Sumbar dalam merencanakan pembangunan jalan 2 lajur di IKK .

Benah Kawasan Wisata dan Rangkul Kelompok Masyarakat

Kemudian, pada pariwisata, Kabupaten Limapuluh Kota setahun terakhir berhasil meraih 2 penghargaan nasional. Yakni  Kampung Saribu Gonjong di Koto Tinggi sebagai kampung adat terpopuler dan Bakajang di Gunuang Malintang sebagai Antraksi Budaya terpopuler pada penghargaan Anugrah Pesona Indonesia (API). Kedua penghargaan tersebut dijemput langsung oleh Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo.

Terhadap pariwisata daerah, jadi prioritas Safaruddin-Rizki. Melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga terus berbenah dan melakukan terobosan-terobosan serta inovasi dalam memajukan kepariwisataan daerah. Tahun ini saja contohnya, dengan dukungan dari Pemprov Sumbar, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan meningkatkan sarana prasarana terhadap objek wisata yang ada. Terutama kawasan wisata Harau.

Ada setidaknya Rp 20 Miliar anggaraan yang akan digelontarkan untuk pariwisata. Selai peningkatan sarana prasarana, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga juga merangkul terhadap kelompok-kelompok wisata masyarakat yang ada di nagari-nagari. “Bupati sangat komitmen dalam memajukan pariwisata kita. Potensi wisata yang ada di setiap nagari, ini juga dikembangkan,” ujar Desri Kepala  Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

Kata Desri, secara perlahan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan pembenahan-pembenahan terhadap objek-objek wisata yang ada. Setidaknya, sampai saat ini ada sekitar 300 lebih objek wisata yang tersebar di 79 nagari se Kabupaten Limapuluh Kota. “Walaupun pandemi Covid-19, wisata kita masih menggeliat. Pembenahan ini yang sedang dilakukan,”ucapnya.

Canangkan Sekolah Penggerak dan Ciptakan Generasi Hafiz Quran

Kemudian pada segi pendidikan, pemerintahan Safaruddin-Rizki juga lebih fokus pada peningkatan ilmu dan taqwa anak didik. Salah satunya melalui sekolah tahfiz. Setahun ini, sudah berdiri sekolah-sekolah tahfiz setidaknya satu perkecamatan. Dan tahun ini saja, sekolah tahfiz juga terus bertambah sebagai upaya dalam meningkatkan iman dan takwa terhadap generasi muda dengan muara sebagai Hafiz Quran

Selain sekolah tahfiz, Bupati dan Wakil Bupati juga tengah menciptakan sekolah penggerak. Berkat dukungan Safaruddin-Rizki, dari 19 kota kabupaten di Sumbar, Limapuluh Kota mampu menjadi 4 besar daerah yang sukses mencetuskan sekolah penggerak.

Dari segi infrastruktur, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memacu untuk memperbaiki dan melengkapi gedung-gedung sekolah. “Kondisi saat ini, gedung sekolah jauh lebih baik. Sekolah tahfiz serta sekolah penggerak, ini yang sedang digalakkan Bupati dan Wakil Bupati,” ucap Indrawati Munir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kata Indrawati, Bupati Safaruddin juga tengah berupaya memperjuangkan kekurangan guru melalui penambahan kuota guru berstatus PNS dan P3K. Setahun ini, berkat adanya pembukaan kran penerimaan ASN, setidaknya sudah melengkapi kekurangan guru yang terjadi. Tahun ini, tenaga didik berstatus ASN pun sedang diperjuangkan Safaruddin-Rizki dalam melengkapi SDM pada bidang pendidikan tersebut.

SDM Pemerintahan Ditingkatkan dan Kuota Penerimaan ASN Ditambah

Dari SDM pada pemerintahan, Safaruddin-Rizki berhasil menampatkan pejabat sesuai dengan pendidikan serta latar belakang. Setahun ini, sudah 4 kali perombakan jabatan pada struktur pemerintahan. Yaitu dari eselon IV hingga eselon II.

Bupati Safaruddin  juga sudah melakukan pengisian terhadap jabatan yang selama ini kosong. Melalui seleksi terbuka, setidaknya ada 5 posisi pada eselon II yang ditempati oleh pejabat yang promosi atau sebelumnya dari eselon III ke eselon II.

Seperti pada Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan,  Dinas Permberdayaan Masyarakat Nagari dan Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Setahun ini, sudah 4 kali pelantikan dengan menempatkan pejabat sesuai dengan pendidikan serta latar belakang. Kemudian, jabatan yang kosong sudah diisi dan ada promosi 5 jabatan pada eselon II,” kata Aneta Budi Putra Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia.

Dalam meningkatkan SDM, Safaruddin-Rizki juga mempersilahkan bagi ASN ataupun pejabat daerah untuk ikut dalam berbagai pelatihan-pelatihan ataupun worshop, baik secara nasional ataupun lokal. Begitupun, pendidikan-pendidikan terhadap ASN juga disupport Safaruddin-Rizki.

Belum sampai disana, setahun ini, Bupati dan Wakil Bupati juga sudah merekrut ratusan Aparatur Sipil Negara yang ditempati di berbagai instansi. Bahkan, tahun ini Bupati juga sedang berjuang untuk melakukan penambahan terhadap kuota ASN ke Badan Kepegawaian Nasional. “Tahun ini, masih sedang diperjuangkan untuk penambahan ASN sebanyak 1000 kuota. Mudah-mudahan terealisasi,” kata Aneta Budi.

Membangun Dari Pinggir, Tingkatkan Anggaran Pembangunan Infrastruktur

Dari segi infrastruktur, Safaruddin-Rizki juga  menerapkan pembangunan daerah dari pinggir. Yaitu memperbaiki dan melengkapi infrastruktur umum seperti di kawasan pinggiran Limapuluh Kota. Itu juga sebagai upaya dalam mempermudah masyarakat yang ada dipinggiran untuk menuju ke pusat pemerintahan. Kemudian, terhadap penataan infrastruktur, anggaran pada dinas terkait juga ditingkatkan.

Pada sebelumnya Dinas PUPR hanya mendapatkan anggaran pembangunan infrastruktur puluhan Miliar Rupiah. Tetapi, Safaruddin-Rizki menaikkan anggaran tersebut tiga kali lipat. “Anggaran Dinas PUPR ditingkatkan, Karena masih banyak infrastruktur yang rusak. Anggaran Dinas PUPR harus diatas Ratusan Miliar tiap tahunnya,”ujar Bupati Safaruddin.

Dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, menurut Safaruddin banyak cara lain untuk mendatangkan anggaran. Yaitu melalui pemerintah pusat serta pemerintah propinsi. “Kalau hanya memanfaatkan anggaran daerah saja, tidak cukup untuk membangun. Kedepan, harus melibatkan pemerintah pusat, cari anggaran sebanyak-banyaknya demi pembangunan Kabupaten Liampuluh Kota,”ucap Bupati.

Limapuluh Kota Sentral Perikanan, Galakkan Gemar Makan Ikan

Satu lagi prioritas dari Safaruddin-Rizki yakni pada bidang perikanan. Bupati Safaruddin juga sedang mengembangkan daerah sebagai sentral ikan, terutama ikan gurami. Pemerintah pusat pun sudah didatangi Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan daerah sebagai sentral ikan air tawar. Selain itu, Safari tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan. Inipun bermuara pada gizi serta kesehatan masyarakat.

Terhadap pandemi Covid-19, Safaruddin-Rizki juga tak henti-henti mengajak masyarakat dalam menerapkan hidup sehat dalam pengendalian penyebaran Covid-19 tersebut. Vaksinasi pun gencar dilakukan. Bahkan sampai pada anak-anak 6 sampai 11 tahun. (*)