Kaki Kiri Terpaksa Diamputasi, Pupus Sudah Cita-Cita Rauldy, Bocah Miskin Asal Tanah Datar Untuk Jadi TNI

PADANG,- ” Indak bisa awak manga-manga ley,” begitulah rintisan Rauldy, bocah 14 tahun asal Jorong Subarang, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar usai keluar dari ruangan operasi RSUP M Djamil Padang pada Jumat (24/9) siang.

Bocah dengan nama lengkap Rauldy Apriyanda itu, baru saja menjalankan operasi berat, salah satu bagian tubuhnya terpaksa diamputasi. Yakni kaki sebelah kiri bocah kelas VIII SMPN 3 Sungai Pua itu, dipotong sebagai upaya penyelamatan dirinya dari serangan penyakit ganas yang diderita semenjak 9 bulan terakhir. Selama itu pula, orang tuanya menenteng- nenteng berkas pengobatan kian kemari demi kesehatan buah hatinya itu.

Isak tangis bocah yang bercita-cita jadi prajurit TNI itu pun tak tertahan ketika mengetahui salah satu kakinya tidak ada lagi pasca dioperasi. Sebab, tindakan amputasi yang dialaminya itu, tanpa diberitahukan dari awal oleh kedua orang tuanya kepada Raul.

“Sedih ya sedih, tapi harus bagaimana lagi. Ini adalah jalan terbaik. Berbagai pengobatan sudah dilakukan hingga akhirnya kaki Rauldy harus diamputasi,” kata Dasri Yanto (52) orang tua bocah malang tersebut pada Sabtu (25/9) siang.

Katanya, Raul didiagnosa mengalami penyakit tumor tulang dekat persendian lutut kaki sebelah kiri. Penyakit yang diderita Raul sejak Januari 2021 itu, dari hari ke hari bertambah besar. Bahkan sebelum tindakan amputasi dilakukan, tumor yang terus menyebar tersebut sudah membesar sampai sebesar bola kaki.

Diceritakan Dasril, tumor tulang yang menyerang anaknya itu berawal ketika kaki Raul terkilir saat jam olahraga di sekolah pada Januari lalu. Sepekan setelah kejadian tersebut, Raul merasa kesakitan pada kakinya itu. Orang tuanya berupa mengobati kaki buah hatinya itu dengan membawanya untuk dipijit.

“Sudah 3 kali dipijit, kaki Raul tidak ada angsuran. Akhirnya dia kami bawa ke puskesmas terdekat,” katanya. Saat diperiksa di Puskemas, petugas disana merujuk Raul untuk berobat ke rumah sakit Madina di Bukittinggi. 6 kali kontrol di rumah sakit, akhirnya diketahui bahwa Raul mengidap penyakit tumor tulang.

Sejak mengetahui putranya mengidap penyakit ganas tersebut, perasaan Dasril serta istrinya mulai bercampur aduk. Antara sedih, terkejut sampai stres. Apalagi sudah terbayang biaya pengobatan yang sangat besar dengan kondisi ekonomi serba keterbatasan. “Alhamdulillah ternyata untuk pengobatan Raul sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kalau tidak, entah bagaimana cara kami untuk mengobatinya, uang pun tak punya,” ujarnya.

Setelah mengetahui diagnosa penyakit Raul, bocah itu langsung di rujuk ke RSI Yarsi Padang dan akhirnya ke RSUP M Djamil Padang. “Sejak pertengahan April, kaki Raul terus membesar, dia terus menangis kesakitan. Di RSI Yarsi sempat dilakukan operasi kecil dan di M Djamil sempat dilakukan kemoterapi sebanyak 3 kali sejak akhir April hingga Mei dan sudah di MRI. Tetapi tumor Raul terus membesar dan akhirnya dilakukan amputasi. Sudah tak terhitung lagi, berapa kali datang berobat ke rumah sakit,” cerita bapak Raul.

Tiap hari, katanya, berbulan-bulan lamanya Raul meraung kesakitan. Tiap malam dia tak bisa tidur menahan kesakitan. Keluarga pun tak tega melihat Raul harus terus menangis meraung-raung kesakitan. “Mudah-mudahan dengan tindakan amputasi, Raul tidak sakit lagi,” ujar Dasril.

Rauldy, merupakan anak sulung dari empat bersaudara, adik-adiknya masih kecil. Kedua orang tuanya merupakan petani dan tergolong keluarga kurang mampu asal Kabupaten Tanah Datar. Ketika kedua orang tuanya ditanya, apakah Raul sudah memiliki kursi roda ataupun kaki palsu sebagai persiapan apabila bocah tersebut sehat nanti.

Dasril mengaku belum memiliki persiapan tersebut apalagi dengan keterbatasan biaya yang dialami saat ini. “Dulu Raul memang ada dapat bantuan biaya pengobatan. Tetapi sudah habis untuk kebutuhan berobat, bolak-balik ke Padang selama berbulan-bulan,” ujarnya.

Kini, Raul masih dalam perawatan medis di ruangan Bedah Umum Anak RSUP M Djamil Padang. Ketika Raul ditanya, bagaimana perasaan pasca diamputasi, bocah tersebut hanya bisa menangis, meneteskan air mata. Apalagi terbayang, pupus sudah cita-citanya sebagai Tentara akibat penyakit ganas yang diderita. (TIM)