Persiapkan Persalinan Istri Dengan BPJS Kesehatan

50 KOTA, -Tidak berapa bulan lagi, Randi Satria bakal memiliki buah hati. Pria yang beralamat di Jorong Talaweh, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten tersebut sangat senang menunggu kelahiran buah hatinya yang diperkirakan sekitar Maret atau April 2021 mendatang.

Suami dari Nela itu, tidak sabar menunggu kehadiran buah hatinya yang diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. “Sudah pernah USG, anak diperkirakan lahir antara Maret atau April mendatang. Sayapun tak sabar untuk menunggu kelahiran putra pertama kami,” ucap Randi.

Untuk menunggu kelahiran putra pertamanya itu, pria 29 tahun tersebut sudah jauh-jauh hari mulai menyiapkan diri. Terutama terhadap persalinan istri. “Ini yang jadi beban pikiran selama ini, yaitu soal biaya persalinan istri. Padahal tinggal hitungan bulan lagi,” terang Randi.

Dari segi biaya, Randi mengakui memang tidak sanggup secara ekonomi menanggung biaya persalinan istri. “Biasanya, biaya persalinan itu sangat mahal, capai jutaan rupiah,” kata Randi.

Karena penghasilan yang tidak menentu, awalnya Randi pun sedikit ragu kemana istri akan dibawa untuk persalinan nantinya. “Untung saja ada BPJS Kesehatan,” kata Randi dengan gembira.

Randi berencana mendaftarkan diri bersama istri sebagai anggota BPJS Kesehatan secara mandiri. “Kami memang tidak termasuk dalam program Indonesia Sehat. Karena itu, kami mendaftarkan diri secara mandiri,” katanya.

Menurut Randi, ikut serta sebagai peserta BPJS Kesehatan, merupakan hal yang tepat. Apalagi sebagai persiapan dalam menghadapi persalinan istrinya nanti. “Dari cerita tetangga, sudah banyak yang melahirkan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Begitu juga pelayanan BPJS Kesehatan sangat baik,” ucapnya.

Beranjak dari sana, Randi pun memutuskan diri untuk ikut program BPJS Kesehatan sehingga secara tidak langsung sudah meringankan bebas ekonomi keluarganya. “Mudah-mudahan persalinan nanti berjalan lancar,” harap Randi. (*)