Puluhan Tenaga Kerja Remaja Dipersiapkan Untuk Dikirim ke Jepang, RKN : “Target Kita 1000 Orang Untuk Disiapkan”

50 KOTA,- Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di daerah setempat. Salah satunya, yakni melakukan penyaluran tenaga kerja terutama kalangan remaja ke luar negeri, yakni ke Jepang.

Untuk tahap awal, setidaknya 46 tenaga kerja remaja disiapkan Dinas Tenaga Kerja Limapuluh Kota yang akan dikirim ke Jepang. “46 anak-anak kita ini, akan dilatih dulu di Jogjakarta. Setelah mengikuti selama 4 atau 6 bulan pelatihan barulah mereka dikirim ke Jepang,” kata Afrizal saat pelepasan calon tenaga kerja remaja pada Kamis (25/3) di SMKN 1 Guguak.

Dijelaskannya, 46 remaja tamatan SMK dan SMA tersebut, akan mengikuti pembekalan dan langsung diseleksi untuk dikirim ke perusahaan ternama di negara maju tersebut. Seperti pada bidang industri pangan, pertanian, peternakan, perawatan, hotel dan restoran.

Sementara, Wakil Bupati Limapuluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) yang sempat hadir untuk melepas tenaga kerja tersebut berpesan untuk tetap menjaga nama baik daerah dan negara.

Menurut Rizki, Pemkab Limapuluh Kota terus berupaya untuk menyalurkan tenaga kerja dalam mengatasi pengangguran. “Ini upaya kita, terget 1000 tenaga kerja yang akan kita siapkan untuk dikirim ke Jepang,” ucapnya.

Dikatakannya lagi, dengan mengirim tenaga kerja ke luar negeri terutama ke negara maju merupakan salah satu cara efektif dalam meningkatkan perputaran uang di daerah.

“Kalau gaji di luar negeri sangat tinggi. Satu orang saja yang mengirim gaji untuk keluarga, minimalnya Rp 5 juta perbulan, setidaknya ada perputaran uang sebesar Rp 5 Miliar di Limapuluh Kota. Ini sangat luar biasa,” ucap Rizki.

Kemudian, kepada orang tua tenaga kerja yang akan dikirim ke Jepang itu, Rizki mengingatkan untuk tidak berfoya-foya apabila ada kiriman anak dari luar negeri. “Jangan dihabiskan, uang yang dikirim ke kampung juga disimpan oleh orang tua sebagai investasi bagi anak apabila kontrak kerja di luar negeri sudah habis. Nanti bisa sebagai modal usaha,” ujar wakil bupati. (RANDI/ ADI/ HERPA/ ALI)

BERITA LAIN :