Tak Terima Lagu Kebangsaan Hanya Sekedar Didengar Saat Acara Resmi, Khairul Apit Nyanyikan Indonesia Raya Sendirian di Luar Ruangan Sidang

50 KOTA,- Jiwa patriot dan kecintaan terhadap NKRI yang melekat pada Khairul Apit,anggota DPRD Limapuluh Kota tak perlu diragukan lagi.

Buktinya saja, sebelum sidang paripurna yang berlangsung pada Selasa (31/8) kemarin, Ketua Fraksi Gerindra tersebut rela menyanyikan lagu Indonesia Raya diluar gedung sidang dewan tersebut.

Alasannnya hanya satu, yakni untuk menghargai NKRI yang susah payah diperjuangkan dari penjajahan, puluhan tahun silam.

“Biasanya, sebelum sidang digelar kami seluruh anggota dewan selalu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tetapi, sidang kali ini kami hanya mendengarkan lagu saja dari balik rekaman. Secara batin, saya tidak terima prilaku seperti ini,” kata Khairul Apit.

Khairul Apit sempat mempertanyakan perubahan kebiasaan pada gedung DPRD Limapuluh Kota itu dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kini hanya mendengarkan lagu saja ke pimpinan sidang Wakil Ketua DPRD setempat.

“Perubahan kebiasaan itu, saya pertanyakan ke pimpinan sidang. Saya sempat instruksi. Karena, menyanyikan lagu Indonesia Raya adalah satu cara kita untuk menghargai negara yang dicintai ini,” jelasnya.

Katanya, saat pimpinan sidang, yakni Wakil Ketua Syamsul Mikar dihadapan sidang paripurna menyampaikan untuk mendengarkan lagu kebangsaan. Tetapi, secara spontan Khairul Apit menginterupsi dan mempertanyakan tentang terjadinya perubahan terhadap suatu kebiasaan yang mana selama ini menyanyikan berubah dengan hanya mendengarkan.

“Pimpinan menjawab waktu itu akan dijelaskan nanti setelah selesai mendengarkan lagu. Namun saya tetap protes. Karena tidak ditanggapi saya minta izin untuk meninggalkan ruangan dan setelah tiba diluar ruangan langsung menyanyikan lagu kebangsaan sendiri,” ucapnya.

Aksi Khairul Apit mempertanyakan soal mendengarkan lagu kebangsaan tersebut tersiar juga secara langsung di statiun radio lokal.

Dirinya sebagai anak dan cucu yang lahir dari daerah perjuangan, sangat merasa prihatin dan sedih adanya pergeseran perubahan tersebut. “Sebagai anak yang lahir di daerah perjuangan, saya prihatin dan sedih terhadap perubahan. Mungkin, bagi mereka yang bukan anak cucu pejuang atau besar di daerah perjuangan, kejadian pada Selasa (31/8) di gedung dewan mungkin hal yang biasa. Tetapi bagi kami yang tumbuh dan besar dari anak cucu pejuang dan di daerah perjuangan merasa sangat sedih. Karena itu, mari kembalikan kebiasaan lama dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum sidang digelar, bukan mendengarkannya,” kata Khairul Apit.

Politisi Gerindra tersebut sempat mempertanyakan ke anggota DPR-RI, apakah digedung parlemen yang ada dipusat sana masih menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum sidang digelar. “Anggota DPR-RI Rezka dengan perihal yang sama. Katanya di gedung DPR-RI tidak ada pergeseran, tetap menyanyikan lagu Indonesia Raya, bukan mendengarkan. DPR-RI saja masih menyanyikan, kenapa kita yang hanya DPRD di kabupaten paling ujung hanya mendengarkan. Malu kita,” ucapnya lagi.

Mendengarkan lagu Indonesia Raya itu dilakukan saat agenda sidang pembahasan KUAPPAS terhadap anggaran perubahan 2021. (*)