Walinagari dan Tokoh Sitanang Temui Bupati, Bahas soal TMMD, Perbaikan Jembatan Hingga Bicara Soal Kondisi Jalan

50 KOTA,- Walinagari Sitanang Hardison Datuak Tulahir serta tokoh masyarakat setempat diantaranya Nur Datuak Rajo Mangkuto serta Jamhur Datuak Rajo Mangun menemui Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dikantor bupati pada Jumat (16/4) sekitar pukul 11.00 Wib.

Kedatangan rombongan dari selatan Limapuluh Kota itu, tak lain untuk menyampaikan sejumlah hal terkait pembangunan di Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

“Alhamdulillah, kami disambut baik dan penuh keakraban oleh Pak Bupati. Komunikasi oun cair meski waktu sangat singkat karena akan masuk jadwal Sholat Jumat,” kata Hardison Datuak Tulahir.

Agenda dirinya bertemu dengan Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo itu, menyampaikan rencana pembangunan kedepan di Nagari Sitanang.

Diantaranya perkembangan terhadap rencana pembangunan jembatan permanen di aliran sungai Batang Sinamar, rencana program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) 2021 serta kondisi jembatan gantung yang sudah hancur.

“Untuk rencana pembangunan jembatan permanen, proposalnya sudah sampai ke Pak Gubernur. Butuh anggaran sekitar Rp 12 Miliar untuk pembangunan jembatan di Jorong Kampai. Mudah-mudahan 2022 nanti terealisasi,” katanya lagi.

Kemudian, kepada bupati, Walinagari tersebut mengatakan, Nagari Sitanang berkemungkinan menjadi sasaran lokasi program TMMD 2021 ini. Hal itu diperkuat sudah ditinjaunya Nagari Sitanang yakni di Jorong Sungai Ipuah oleh Dandim 0306/50 Kota Letkol Ferry Lahe pada Kamis (15/4) kemarin.

“Nagari Sitanang sangat cocok untuk program TMMD apalagi untuk jalan Sitanang-Ampau dengan akses Jorong Sungai Ipuah di Nagari Sitanang dan Mangunai di Nagari Ampalu. Apabila akses ini terbuka, jarak tempuh masyarakat dari selatan akan lebih singkat sampai ke ibukota kabupaten di Sarilamak,” kata Nur Datuak Rajo Mangkuto.

Walinagari dan tokoh Sitanang tersebut berharap, Bupati Limapuluh Kota mendukung penuh program TMMD 2021 tersebut terlaksana di Nagari Sitanang.

Kemudian, rombongan juga melaporkan kondisi jembatan gantung yang reok, rusak parah dan tidak bisa dilintasi. Jembatan gantung tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat Sitanang.

“Karena jembatan rusak, terpaksa masyarakat harus berputar dengan menempuh jarak yang sangat jauh agar bisa sampai ke perkampungan seberang. Jembatan juga akses penting untuk anak-anak ke sekolah, akses bagi petani serta akses penghubung bagi masyarakat umum. Karena itu butuh sentuhan bupati, setidaknya perbaikan jembatan dalam kondisi darurat,” katanya lagi.

Sementara Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo senang menerima kunjungan dari nagari-nagari terutama terkait pembangunan.

“Laporan dari nagari ini, harus sesegera ditindak lanjuti. Kami inginkan, pembanguan harus bergerak cepat sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa dengan cepat terlaksana. Apalagi soal kebutuhan masyarakat umum, perlu ditindak lanjuti. Kami sebagai pemerintah daerah, akan membicarakan ini dengan OPD, dinas terkait,” kata Safaruddin. (RANDI/ADI/HERPA)