Alhamdulillah, Menteri Umumkan Tiga Sekolah di Payakumbuh Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri

LAPORAN : RANDI

PAYAKUMBUH,- 3 sekolah dari Kota Payakumbuh berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri. Penghargaan itu diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam pemberian penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional Tahun 2021 yang dilaksanakan bersamaan dengan Talkshow Perempuan dan Alam secara daring, Jumat (24/12).

Penghargaan Adiwiyata Nasional diraih oleh SD PIUS dan SMPN 9 Kota Payakumbuh bersama 14 sekolah lainnya se Sumatera Barat. Sementara itu, untuk Sekolah Adiwiyata Mandiri diraih oleh SDN 11 Payakumbuh.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril kepada media mengatakan dari hasil penilaian yang dilakukan oleh tim penilai dari pemerintah pusat, telah ditetapkan 77 Sekolah Adiwiyata Mandiri dan 344 Sekolah Adiwiyata Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Alhamdulillah pada tahun ini kita bisa meraih piala tertinggi yakni Adiwiyata Mandiri oleh SDN 11 Payakumbuh. Prestasi ini berhasil kita raih berkat upaya sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mewujudkan lingkungan yang sehat di dunia pendidikan kita,” kata Dasril.

Sementara itu, Kadis LH Devitra menjelaskan penilaian ini merupakan yang kali ke 16 digelar oleh pemerintah pusat, program ini menjawab tantangan pengendalian lingkungan dalam konteks mewujudkan kesadaran lingkungan sejak dini, dimana sekolah formal menjadi core sebagai tempat pengendali.

“Konsepnya perluasan kesadaran lingkungan melalui pendidikan. Adiwiyata adalah upaya membangun wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan pengetahuan dan berbagai norma serta etika untuk menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan,” kata Devitra.

Devitra juga menyampaikan penilaian adiwiyata ini sejalan dengan misi Wali Kota Riza Falepi yang ke 3 yakni meningkatkan penataan kota, ketersediaan infrastruktur, dan fasilitas umum yang nyaman dan berkelanjutan.

“Sekolah adiwiyata nasional adalah sekolah-sekolah yang sudah menerapkan budaya kepedulian terhadap lingkungan. Kalau meraih penghargaan tertingginya yakni Adiwiyata Mandiri, maka sekolah itu telah melakukan pembinaan kepada sekolah lain,” kata mantan Kasatpol PP Kota Payakumbuh itu.

Dijelaskannya lagi, pembinaan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Dinas LH mulai dari penghijauan di sekolah, masalah persampahan, hingga bagaimana menciptakan keindahan lingkungan sekolah, diharapkan ini membudaya oleh pihak sekolah dan siswa didik.

“Harapan kita, semoga prestasi ini dapat memicu sekolah lain berbuat yang sama, artinya semua sekolah membudayakan adiwiyata. Jadikan penilaian ini sebagai ajang mengevaluasi dan meningkatkan prestasi. Sekolah yang sudah meriahnya agar bisa mempertahankan dan meningkatkannya. Penghargaan ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan, ini juga menjadi penyemangat kita dalam memperindah lingkungan,” kata Devitra.

Sementara itu, tiga kepala sekolah yang berhasil membawa sekolah mereka meraih penghargaan ini, Kepala SMPN 9 Payakumbuh Syafrida, Kepala SD PIUS Deitje Elsye Montolalu, dan Kepala SDN 11 Payakumbuh Syufriati bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada dukungan seluruh pihak. Bagi SDN 11 Payakumbuh, ini merupakan yang pertama kalinya meraih adiwiyata mandiri. Pada tahun 2015 meraih adiwiyata kota, 2016 adiwiyata provinsi, 2017 meraih adiwiyata nasional, dan akhirnya pada tahun 2021 meraih adiwiyata mandiri.

“Kami terharu sekaligus bahagia seluruh pihak bekerja sama, mulai guru dan siswa, orang tua, lingkungan masyarakat, camat, lurah, dan LPM, dan seluruh stakeholder terkait, banyak dibantu untuk pertanian dan ketahanan pangan. Terimakasih kepada Pemko Payakumbuh yang telah membina kami,” kata ketiga kepala sekolah tersebut. (*)