Galugua Nasib Mu Kini, Nagari Yang Menunggu Datangnya Keajaiban

LAPORAN : ADI

50 KOTA,- Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX adalah sebuah nagari di wilayah timur dan paling ujung Lima Puluh Kota sungguh memprihatinkan. Sangat terasa bagi masyarakat setempat, kondisi jalan menuju kedaerah ini sungguh membuat miris setiap orang yang pernah melihat lansung kondisi real jalan menuju kesana.

Tokoh masyarakat juga ninik mamak Nagari Galugua  Andriko Dt  Rajo Lelo daya upaya serta energi dari pada tokoh masyarakat  sudah hampir habis guna memperjuangkan agar akses kesana memiliki jalan yang layak ditempuh agar lancar tanpa hambatan. Bila hujan turun, pengguna motor maupun mobil puyeng tujuh keliling dibuatnya.

“Setiap hujan turun, sudah bisa dipastikan tidak bisa lagi keluar maupun masuk ke Nagari Galugua. Untuk membawa keperluan sembako ke dalam, sebaliknya membawa hasil tani dan perkebunan masyarakat  dibawa keluar dari nagari galugua tidak akan bisa sama sekali, jalan berlumpur, licin dan susah dilewati,” katanya.

Upaya berjuang bersama warga serta tokoh masyarakat setempat, bukan satu atau dua kali dilakukan bahkan telah berulang kali. Baik melalui pemerintah daerah, maupun ke tingkat Pemprov Sumbar.

Wali Nagari Galugua, Zulfahmi membenarkan, telah berulang kali dari unsur pemerintah nagari, tokoh masyarakat  juga para ninik mamak telah sering berjuang bersama untuk mendapatkan perhatian khusus bagi status daerah terpencil dan sering terisolasi di Kabupaten Limapuluh Kota.

Akan tetapi perhatian bela kasihan pemerintah lah pada saat ini yang diharapkan oleh masyarakat  nagari Galugua. Sebab, sudah banyak cara pun telah dilakukan termasuk membuat surat permohonan baik ke tingkat dewan maupun kepada para kepala OPD termasuk PU.

“Sampai hari, kondis serta keadaan jalan menuju Nagari Galugua tak kunjung barubah. Keadaannya masih tetap sama dari sebelumnya. Disamping kami hanya mampu memanjatkan doa sebagai bentuk usaha paling lemah yang dalam ajaran agama kita sambil menunggu sebuah keajaiban yang akhirnya berpihak guna membantu segenap lapisan masyarakat,” kata Zulfahmi.

Selain masalah jalan, untuk berkomunikasi melalui ponsel pun susah. Pulsa banyak, ponsel bagus tiada arti di Galugua. Sebab, jaringan untuk berkomunikasi pun tidak ada disana. Untuk bisa berkomunikasi melalui selular, masyarakat setempat harus menempuh jarak kiloan meter, sampai disatu titik yang berada di tengah hutan belantara. Disanalah, salah satu titik yang terjangkau jaringan selular. (*)