Gubernur Sumbar Imbau Perantau Tak Pulang Kampung Untuk Lebaran, Silaturahmi Via Daring Saja

SUMBAR,- Mengingat adanya larangan mudik saat lebaran nanti, karena itu Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah menghimbau perantau untuk dapat menahan diri untuk tidak mudik pada lebaran tahun ini. Hal ini disampaikannya usai menjadi penceramah di Mesjid Darussalam, Padang Tiakar, Payakumbuh, Senin (26/4) malam.

Kepada wartawan, Politikus PKS itu menyebut Pemerintah Provinsi Sumbar menyampaikan posko-posko pengamanan yang selama ini ada kembali diaktifkan, di daerah akan membantu, sesuai agenda yang selama ini dilakukan.

“Peraturan tetap harus kita tegakkan, mudah-mudahan perantau kita bisa memakluminya, dimana saat lebaran nanti diharapkan untuk tetap berada di rantau, dikhawatirkan meningkatnya penyebaran Covid-19,” kata Mahyeldi.

Kebijakan dilarang mudik ini bahkan sudah mulai berlaku sejak 22 April kemarin. Sementara Kementerian Perhubungan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Sesuai dengan ketentuan tersebut, larangan mudik mulai berlaku pada 6 hingga 17 Mei 2021.

“Kita mendukung kebijakan ini dengan menempatkan personil dinas perhubungan. Seperti penyekatan di perbatasan provinsi Sumbar Riau, sekarang sudah dimulai,” tukuk mantan Wali Kota Padang itu.

Hal ini bukan tanpa alasan, Mahyeldi menyebut belajar dari pengalaman lebaran tahun lalu, setelah mudik malah terjadi peningkatan kasus. Untuk menekan Covid-19, maka pemerintah membuat seruan untuk tidak mudik.

“Bila tak bisa mudik, silaturahmi bisa kita lakukan melalui aplikasi daring. Bahkan dengan itu bisa mengumpulkan saudara-saudara dari luar negeri sekalipun. Toh kalau rindu lamang tapai dan randang, itu bisa dikirimkan,” terangnya.

Mahyeldi menambahkan, sikap yang diambil pemerintah ini diharapkan masyarakat dapat memahami dan mematuhinya.

“Mari kita sama-sama berdoa semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa kembali menjalani hidup dengan normal kembali, untuk saat ini tetap selalu patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (RANDI/ADI)