Modus Ada Penyakit Jarum Tertancap di Dada Korban, Dukun Cabul Gerayangi Bagian Sensitif Tiga Gadis

ILUSTRASI PENCABULAN

LANGKAT,- Seorang pria yang mengaku sebagai dukun, digerebek sejumlah warga Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera  Utara pada Jumat (16/4) malam. Pasalnya, pria yang diketahui berinisial S (45) warga Tanjung Pura tersebut sudah berbuat cabul.

Tak hanya ke 1 orang saja, melainkan malah kepada tiga gadis belasan tahun. Yakni Mawar (16), Melati (17) dan Bunga (18) sesama warga Kecamatan Hinai. “Dari pengakuan para korban, pelaku sempat menggerayangi mereka. Karena itu, pelaku kami jebak dan dilakukan penggerebekan,”kata m Yatim warga Kecamatan Hinai.

Kronologis pencabulan berawal, ketika pelaku mendatangi desa korban untuk berbanja peralatan dagangan. Ketika itu, pelaku melihat ketiga gadis kembang tersebut sedang berkumpul. Pikiran cabul pelaku muncul dan mengatur strategi agar bisa mencabuli para korban.

Pelaku awalnya mendekati para korban yang sedang berkumpul, tidak jauh dari tempat pelaku berbelanja. Ketika menghampiri, pelaku mengajak ketiga korban untuk berbicara.

Pelaku yang mengaku sebagai dukun itu, dari mata batinnya melihat ada penyakit berupa  jarum yang tertancap didada masing-masing korban. Pelaku pun menawarkan agar dirinya bisa mengobati dan mencabut jarum tersebut.

Korban yang masih polos tersebut mempercayai perkataan pelaku cabul terserbu. Pelaku meminta tempat yang aman untuk dilakukan pengobatan secara mistik untuk menghilangkan jarum tersebut.

“Salah satu ruangan rumah korban pun dijadikan tempat dan korban diobati oleh pelaku,”katanya lagi. Ketika diobati, baju korban dibuka dan pelaku memegang serta mengerayangi buah dada para korban. Belum sampai disana, pelaku juga mengeluarkan alat kelaminnya agar dipegang oleh ketiga gadis tersebut.

Dari pengakuan pelaku kepada korban, air spermanya bisa mengobati dan mencabut jarum yang tertancam di dada gadis-gadis tersebut. Saat modus mengobatan dilakukan, pelaku juga menjepret dada korban dengan ponsel miliknya.

Karena tidak diterima diperlakukan cabul oleh pelaku, akhirnya pada korban melapor ke tetangga terdekat. Mendengar kabar tersebut, warga pun geram. Dihari yang sama, warga pun mengatur siasat untuk memancing pelaku agar datang lagi untuk mengobati korban.

Malam harinya, pelaku kembali datang seakan-akan untuk mengobati korban. Saat pelaku beraksi kembali, akhirnya warga melakukan penggerebekan. Pelaku tak berkutik saat digerebek warga dan pelaku diserahkan ke polisi terdekat.

Kapolres Langkat, AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kapolsek Hinai AKP Adi Alfian mengatakan, kasus pencabulan tersebut sedang ditangani unit PPA Polres Langkat. (BERBAGAI SUMBER)