Salurkan Kredit UMKM, Komisi X DPR-RI Dorong BRI dan BTN Tingkatkan Layanan 

JAKARTA,- Penempatan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) kepada himpunan bank-bank milik negara (Himbara) telah mulai digulirkan pemerinah pada tahun lalu. Komisi XI DPR RI mendorong komitmen PT BRI (Persero) dan PT BTN (Persero) untuk meningkatkan kinerja keuangannya, sehingga bisa lebih kompetitif dalam memajukan perbankan nasional. Selain itu, Komisi XI DPR RI juga sepakat untuk menerima laporan kinerja keuangan tersebut sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan.

“BRI dan BTN berkomitmen untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya usaha kecil dan mikro, dalam memberikan dan menyalurkan kredit bagi usaha ekonomi kerakyatan, serta perluasan kredit perumahan Bank BTN bagi pelaku UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara membacakan hasil rapat Komisi XI DPR RI dengan direksi BRI dan BTN yang digelar secara kehadiran fisik dan virtual, Selasa (2/1/2020).

Lebih lanjut, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan bahwa BRI dalam menggerakkan sektor riil akan berfokus pada pembiayaan UMKM yakni sektor pangan, kesehatan, dan infrastruktur padat karya. Sedangkan, BTN akan fokus pada pembiayaan perumahan, konstruksi perumahan, dan industri turunan perumahan, serta perluasan kredit perumahan bagi pelaku UMKM dan pekerja mandiri.

Hadir dalam rapat tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan sebanyak total Rp45 triliun dana PEN telah disalurkan dalam 2 tahap dalam bentuk kredit kepada debitur. Pertama, BRI menerima Rp10 triliun deposito dengan jangka waktu 3 bulan, sehingga penyaluran bertotal Rp30 triliun. Tahap kedua, pemerntah menitipkan dana Rp5 triliun dalam jangka waktu sama, dengan demikian jumlah yang disalurkan oleh BRI menjadi Rp15 triliun.

“Penempatan dana sudah kami berikan dalam bentuk kredit tahap pertama, rentang waktu pemberian kredit adalah dana deposito yang kita terima pada 25 Juni, pada 25 September 2020 kami sudah menyalurkan Rp30 triliun. Selanjutnya pada tahap kedua, dana yang Rp15 triliun itu sudah berakhir masa berlakunya di tanggal 13 Januari 2021,” kata Dirut BRI.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Direktur Utama Bank BTN menjelaskan realisasi penyaluran kredit PEN yang telah teralisasi penyalurannya senilai Rp33,93 triliun. Rincian penyalurannya dilakukan kepada 108.000 debitur dengan 85 persen ditujukan bagi sektor perumahan. “Nggak jauh-jauh dari perumahan, selama ini kita pertahankan suku bunga kalau normalnya 9,82 persen, maka paket PEN ini bunga yang dibebankan turun 1 persen menjadi hanya 8,32 persen,” tandasnya. (DPR-RI)