Setelah Walinagari dan Tokoh Sitanang Menghadap, Pembangunan Jembatan Kampai Diprioritaskan Gubernur Mahyeldi

LAPORAN : ADI

50 KOTA,- Perjuangan Wali Nagari Sitanang Hardison Datuak Tulahir serta tokoh masyarakat setempat diantaranya Ketua KAN Nur Datuak Rajo Mangkuto, Ketua Bamus Datuak Sindo, Datuak Marajo Bosa, Datuak Sindo Mangkuto, dan Mewakili PKK Hj Adelon Nurman untuk mewujudkan jembatan permanen di nagari selatan Limapuluh Kota itu, akhirnya membuahkan hasil.

Senang, gembira, aura ceria terpancar dari wajah-wajah rombongan tokoh Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban setelah menghadap Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi pada Minggu (21/3) kemarin.

Pasalnya, perjuangan mereka untuk mewujudkan pembangunan jembatan permanen diatas sungai Batang Sinamar, tepatnya di Jorong Kampai disetujui bahkan diprioritaskan Gubernur Sumbar.

“Alhamdulillah, rencana jembatan di kampung kami diprioritaskan Pak Gubernur. Perjuangan kami tidak sia-sia,” kata Hardison Datuak Tulahir serta Nur Datuak Rajo Mangkuto usai berbalik dari Padang.

Diceritakannya, sebelum menghadap Gubernur Sumbar, rombongan dari Nagari Sitanang tersebut terlebih dahulu menemui Bupati Limapuluh Kota Safaruddin untuk meminta persetujuan dan tanda tangan terhadap proposal pembangunan jembatan Kampai tersebut.

Setelah adanya tanda tangan dari bupati, barulah rombongan menemui Gubernur Sumbar di Padang. “Kami disambut baik oleh Pak Gubernur. Setelah berdiskusi panjang lebar, langsung proposal yang kami ajukan didisposisi Pak Gubernur untuk diprioritaskan oleh Dinas PUPR Sumbar,” katanya lagi.

Perjuangan tokoh-tokoh Nagari Sitanang dalam mewujudkan jembatan permanen di atas sungai Batang Sinamar itu, bukan kali ini saja dilakukan. Sejak Gubernur Sumbar semasa Irwan Prayitno periode ke II rencana jembatan tersebut berkali-kali diperjuangkan masyarakat setempat. Bahkan hampir saja direalisisasikan oleh Pemprov Sumbar.

Tetapi, karena pandemi Covid-19, akhirnya impian masyarakat setempat untuk memiliki jembatan permanen, akhirnya pupus sudah. Anggaran yang awalnya untuk pembangunan jembatan tersebut, dipotong, terkena refocusing dan dialihkan untuk kegiatan lain. Setelah pucuk pimpinan Sumbar berganti, perjuangan tokoh Nagari Sitanang tak pernah putus asa. Malahan semakin gigih untuk berjuang dan akhirnya dipriotitaskan Gubernur Mahyeldi. (*)