Begini Cara Keluarga Besar SDN 02 Sialang Memperingati Isra Mi’raj

Kerluarga besar SDN 02 Sialang.

50 KOTA,- Keluarga besar UPTD SDN 02 Sialang, Kecamatan Kapur IX, memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra Mi’raj dengan menyangkut Tema ” Mewujudkan Pribadi yang Sholeh  Secara Rohani Dan Sosial  itu, digelar pada, Sabtu (13/3) di Masjid Muhklisin, Nagari Sialang.

Dikatakan  Kepala UPTD SDN 02 Sialang Afrinal mengatakan,  keikutsertaan seluruh murid dalam Isra Mi’raj adalah bertujuan untuk membuka sikap mental juga termasuk membantuk ahklak moral anak.

“Murid mendapatkan siraman rohan dari ustad yang sengaja kami hadirkan. Kedepan, kegiatan ini akan jadi jadwal rutin  ekstra kurikuler sekolah,” kata   Afrinal.

Selain dihadir murid,  Isra Mi’raj juga diikuti oleh majelis guru, wali kelas. “Ustad Haji Syafri Ahmad sebagai pemberi ceramah. Dalam ceramahnya, ustad menerangkan tentang apa itu peristiwa  Isra Mi’raj terjadi,”katanya lagi.

 Isra Mi’raj  yaitu sebuah peristiwa diangkatnya Nabi Muhammad SAW ke langit oleh Allah SWT untuk pergi menjemput perintah shalat. Namun pada saat nabi Muhammad  SAW sampai dilangit guna panerima perintah shalat terjadi juga dialog maupun tawar menawar atas perintah Allah SWT terhadap manusia dimuka bumi.

“Pertama adalah 50 waktu dalam sehari semalam, namun Nabi Muhammad SAW dihadapan tuan Allah SWT lansung memberikan keberatan akan perintah shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Karena seperti bahasa Nabi Muhammad SAW dihadapan tuhan, bahwa jika 50 waktu sehari semalam perintah shalat dikerjakan, bagaimana pula ummat ku bercock tanam disawah  maupun diladang. Karena begitu penting mengerjakan  shalat sebagai landasannya tiang agama. Dan akhirnya atas perjuangan Nabi Muhammad SAW, diterimalah perintah shalat 5  waktu dalam sehari semalam,”kata ustad saat berceramah dihadapan peserta yang hadir.

Sebagai ummat Muslim yang beralama Islam sudah selayaknya bersyukur atas perjuangan Nabi Muhammad  SAW. Disamping hikmah dan tujuan shalat adalah menjadikan kita dari perbuatan keji dan mungkar disamping sebagai tiangnya agama,”  pungkas Afrina. (RANDI/ADI/ALI/HERPA)