Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua, Bangun Kampung Halaman, Perbaiki Jalan dan Dirikan Pesantren di Ujung 50 Kota

 LAPORAN : RANDI SATRIA/ ADI

50 KOTA,- Sejak beberapa hari terakhir ini, satu unit alat berat mondar mandir disalah satu ruas jalan kawasan  Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Ruas jalan tersebut, merupakan akses penting penghubung Limapuluh Kota dengan Kabupaten Agam.

Meski belum diaspal, tetapi jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat “mudiak” Limapuluh Kota, terutama untuk penghubung sekaligus jalan alternatif ke luar daerah tersebut. “Melalui jalan ini, akses lebih cepat sampai di Bukittinggi ataupun ke Pasaman dibandingkan melewati Kota Payakumbuh,”kata Ridwan salah seorang warga Kecamatan Suliki pada pertengahan Februari lalu.

Diakuinya, apabila melewati Payakumbuh, memakan waktu sampai 2 jam lebih ke Bukittinggi dan 6 jam sampai ke Pasaman dengan mengendarai sepeda motor. Tetapi, dengan melewati jalan alternatif yang berada di kawasan hutan Bukit Barisan dengan akses jalan tanah dan bebatuan, cuma satu jam sampai ke Bukittinggi dan 3 jam sampai di Pasaman.

“Jalan bisa dilalui, banyak yang melintas disana setiap hari. Mobil pun bisa lewat,”kata Ridwan yang hendak ke Pasaman waktu itu. Tetapi, untuk melewati jalan tersebut, pengendara atau pengemudi mobil harus mampu menaklukkan  jalan terjal mendaki dengan tikungan tajam. “Tikungannya sangat menantang. Harus hati-hati apalagi sebagian jalan ada batuan besar,”katanya.

Melihat kondisi tersebut, jendral bintang dua angkatan laut asal Koto Tinggi, yakni Laksamana Muda Angkasa Dipua pun prihatin dan langsung  memperbaiki akses jalan yang ada di kampung halamannya. Laksamana Muda yang menjabat sebagai Asisten Intelijen Kepala Staf TNI Angkatan Laut itu mengerahkan satu unit alat berat untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

“Batu besar yang berada ditikungan jalan penghubung Koto Tinggi-Agam, dibongkar dan badan jalan diperlebar.  Pak Angkasa Dipua menurunkan satu unit alat berat untuk perbaikan jalan tersebut ,”kata Beni salah seorang tokoh masyarakat Koto Tinggi pada Minggu (28/2) siang.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Pak Ujang itu, titik terparah tersebut yakni berada di pendakian dan tikungan Kelok Batambuah. “Batu besar di Kelok Batambuah sudah disingkirkan,”ucap Ujang. Kemudian, katanya, selain memperbaiki akses jalan, Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua juga akan membangun pesantren dan rumah tahfizd di Koto Tinggi.

Setidaknya, lahan seluas 5 hektar sudah disiapkan untuk mendirikan pesantren dalam memperdalam ilmu agama Islam bagi anak-anak di utara Lima Puluh Kota tersebut. “Rencana ini, juga didukung penuh oleh mantan Bupati Anambas, Riau sekaligus Sumando Rang Koto Tinggi. Mudah-mudahan rencana baik ini terwujud,”ucapnya. (*)