Mempermasalahkan Ijazah Safaruddin, Sekarang Momennya Tak Tepat, Biarlah Bupati Bekerja Demi Kemajuan 50 Kota

50 KOTA,- Sejak beberapa pekan terakhir ini, publik diramainkan dengan informasi dugaan ijazah palsu milik Safaruddin Datuak Bandaro Rajo. Bahkan pelapor terkait dugaan ijazah palsu tersebut mengundang sejumlah awak media untuk memberikan keterangan terkait perkembangan laporan dugaan ijazah palsu tersebut.

Terkait hal itu, salah seorang tokoh Limapuluh Kota Sh Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo turut bicara soal permasalah yang menimpa Bupati Limapuluh Kota tersebut. Sekretaris Kerapatan Adat Nagari Sariak Laweh itu menilai, mempermasalahkan ijazah Safaruddin Datuak Bandaro Rajo, saat ini momennya tak tepat. Apalagi, politisi senior Golkar tersebut sudah sah secara hukum menyandang Bupati Limapuluh Kota.

“Kalau mempermasalahkan ijazah beliau (Safaruddin) ketika proses pendaftaran Pilkada dulu, baru lah momennya tepat. Tapi, sekarang ini tidak pas waktunya. Pihak kepolisian pun tidak lagi melanjutkan penyelidikan lagi terkait dugaan ijazah palsu yang selama ini dihebohkan. Dari sini, kita bisa menilai,” kata Sh Datuak Bagindo Bosa Nan Kayo pada Senin (2/8) sore.

Menurutnya, untuk kondisi saat ini, biarlah Bupati Safaruddin Datuak Bandaro Rajo bekerja demi kemajuan daerah. Bekerja dalam mencapai visi-misi duat Safaruddin-Rizki demi Kabupaten Limapuluh Kota.

“Momennya saja tak tepat. Karena itu mari sama-sama kita berikan waktu bagi Bupati Safaruddin untuk bekerja. Jangan lagi ada kegaduhan sehingga bisa memecah konsentrasi bupati dalam memikirkan pembangunan Limapuluh Kota,” katanya. (TIM)