Pesilat Payakumbuh, Raih 4 Medali Emas Saat Bertanding di Bengkulu

LAPORAN : RANDI SATRIA

Pesilat Kota Payakumbuh dari perguruan Minang Sakti Kecamatan Lamposi Tigo, berhasil memboyong 4 medali emas saat bertanding di kejuaraan Pencak Silat Persinaga Cup 2021 di Kota Bengkulu.

Persinaga Cup merupakan kejuaraan silat yang diikuti hampir 1000 pesilat dari 4 propinsi yakni Bengkulu, Sumbar, Sumsel dan Jambi dengan tingkat usia dini(SD), pra remaja (SMP) , remaja (SMA) dan dewasa (Umum).

“Alhamdulillah, seluruh pesilat yang kita bawa berhasil memboyong medali ke Payakumbuh. 4 emas, 4 perak dan 6 perunggu,” ujar Ketua Perguruan Minang Sakti U Datuak Duko Malano pada Minggu (26/12) siang.

4 medali emas itu, diraih Najwan Andiko (IPHI), Abdillah Gani Safana (SDN 26), Innayahur Rasyidah ( SDN 26) dan Zakariya Yahya ( SMAN 3). Kemudian, 4 perak yakni Antika Angraini(SDN 64), Abdurahman ( SDN 37), Ismail (SMPN 7) dan Elfida Rosa (dewasa).

Selanjutnya, 6 medali perunggu diantaranya Atha Triananda(SMPN 2), Cindi Rahmatul Putri (SMPN 6), Farhan Rian Dani (SMPN 7), M Yusuf( SMPN 6), Alfi (SMPN 2) dan Azkiyah Nazifah(SMPN 2). Tak hanya itu saja, dua pesilat asal Kota Payakumbuh juga keluar sebagai pemain terbaik. Yakni Ismail (SMPN 7) dan Zakariya Yahya( SMAN 3).

Ketua Perguruan Minang Sakti itu mengatakan, keberhasilan anak didik dari perguruannya itu juga tak terlepas kerja keras seluruh pesilat, perjuangan dari pengurus Minang Sakti terdiri dari pelatih Reflita serta official Betaria Andriani. Termasuk dukungan serta support Camat Lamposi Tigo Nagori Diki Engla Mardianto serta anggota DPRD Mawi Etek Arianto.

Mawi Etek Arianto pun hadir ditengah-tengah pesilat yang bertanding. Baik saat pelepasan ke Bengkulu maupun ketika sudah pulang ke Payakumbuh, disambut politis Gerindra tersebut.

“Ini membuktikan, dengan keterbatasan fasilitas kami mampu untuk berprestasi. Intinya memang harus berlatih sungguh-sungguh,” ujarnya. Perguruan Minang Sakti, selama ini berlatih terpusat di Kelurahan Koto Panjang Padang, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. (*)